PENILAIAN KINERJA UPTD PUSKESMAS SEWO 2022

1. PENGERTIAN
Penilaian Kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja / prestasi UPTD Puskesmas Sewo selama bulan Januari sampai Desember 2022.
2. TUJUAN
Tujuan Umum
Tercapainya tingkat kinerja Puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan Kabupaten.
Tujuan Khusus
a. Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu kegiatan setahun Manajemen Puskesmas pada akhir tahun kegiatan.
b. Mengetahui tingkat kinerja Puskesmas pada akhir tahun berdasarkan urutan peningkatan kategori kelompok puskesmas.
c. Mendapatkan informasi analisis kinerja Puskesmas dan bahan masalah dalam Penyusunan Rencana Kegiatan Puskesmas untuk tahun yang akan datang.
3. MANFAAT
a. Mengetahui tingkat pencapaian kunjungan dan target yang harus dicapai.
b. Dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari masalah dalam penyusunan serta penyelesaian hambatan masalah.
4. UNSUR-UNSUR YANG DINILAI
a. Promosi Kesehatan
- Upaya Promosi Kesehatan
- Cakupan Upaya Promosi Kesehatan Lainnya
- Mendorong terbentuknya UKBM
b. Kesehatan Lingkungan
- Penyhatan air
- Hygiene dan sanitasi makanan dan minuman
- Penyehatan tempat pembuangan sampah dan limbah
- Penyehatan tempat pembuagan dan jamban keluarga
- Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum
- Pengamanan tempat pengelolaan pestisida
c. Kesehatan ibu dan anak termasuk KB
- Kesehatan Ibu
- Kesehatan bayi
- Kesehatan balita
- Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja
- Pelayanan KB
d. Upaya perbaikan Gizi Masyarakat
- Bayi dengan berat badan lahir rendah
- Bayi yang beru lahir mendapat IMD
- Bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat ASI Ekslusif
- Balita kurus mendapat makanan tambahan
- Balita gisi burk yang mendapat perawatan
- Balita mempunyai buku KIA/KMS
- Ibu hamil kuran energi kronik (KEK) yang mendapat makanan tambahan
- Ibu Hamil Anemia
- Rumah tangga mengkonsumsi garam beryodium
- Pemberian vitamin A balita, Bufas dan tablet tambah darah (TTD) Bumil dan remaja putri
- Pemantauan pertumbuhan balita
e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasn Penyakit Menular
- Penemuan penderita Pneumonia balita
- Pelayana kesehatan oranga denga TBC
- Pelayanan Imunisasi
- SKD dan respon KLB
- Kusta
- DBD
- Balita denga diare yang ditangani
- kecacingan an filariasis
- Hepatitis
- Typoid
- Rabies
f. Upaya pengobatan
- Kunjungan rawat jalan
- Pemeriksaan laboratorium
g. Upya pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak menular
- Desa/Kelurahan yang melaksanaka Kegiatan Posbindu PTM
- Penderita hipertensi mendapat pengobatan sesuai standar
- Penderitan DM mendapat pengobatan sesuai standar
- Kesehatan Mata /pencgahan kebutaan
- Kesehatan jiwa
h. Upaya Kesehatan Pengembangan
- Program Kesehatan Gigi dan mulut
- Program Pelayanan Kesehatan tradisional
- Pelayanan Kesehatan Lansia
- Kesehatan Olahraga
- Kesehatan Kerja
- Program Perkesmas
i. Kegiatan Manajemen Puskesmas
- Manajemen Umum Puskesmas
- Manajemen sumber daya
- manajemen keuangan dan BMN/BMD
- Manajemen pemberdayaan masyarakat
- Manajemen Data dan Informasi
- Manajemen Program
j. Penilaian Mutu Pelayanan
- Drop Out Pelayanan ANC (K1-K4)
- Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
- Penaganan komplikasi obstetric / Resiko Tinggi
- Error Rate Pemeriksaan darah malaria
- Kebutuhan terhadap standar ANC
- Kepatuhan terhadap standar pemeriksaan TB paru
- Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan puskesmas
- Tersedian SOP / Protap Pelayanan Puskesmas
- Tim Mutu Puskesmas
5. CARA MENGHITUNG
Nilai akhir cakupan kegiatan Pelayanan Kesehatan Puskesmas:
- Menghitung pencapaian cakupan hasil 7 (tujuh) kelompok kegiatan pelayanan kesehatan, masing-masing kegiatan dihitung rat-ratanya dari hasil masing-masing variabel, sedangkan tiap-tiap variabel dihitung dari rata-rata variabel.
Nilai Akhir target pencapaian mutu kegiatan Pelayanan Kesehatan Puskesmas:
- Dihitung berdasarkan cakupan komponen mutu pelayanan dari rata-rata nilai setiap skala yang sesuai dengan variable
Nilai Akhir Tingkat Manajemen Puskesmas :
- Cara penilaian sama seperti pada penilaian mutu pelayanan dengan menggunakan penilaian berdasarkan skala.
6. PENILAIAN AKHIR
Kelompok Puskesmas diterapkan setelah ada verifikasi dan pembahan puskesmas bersama Dinas Kabupaten / Kota, dan informasi yang dikirim oleh Puskesmas telah telaah / diteliti oleh tim di tingkat Kabupaten /Kota.
Penilaian Kinerja Puskesmas Mencapai 2 (dua) komponen penilaian yaitu:
- Penilaian Kinerja Puskesmas hasil pencapaian cakupan kegiatan pelayanan kesehatan
- Penilaian Kinerja Puskesmas hasil manajemen puskesmas.
Penilaian Kinerja ditetapkan angka-angka ambang untuk tingkat kelompok puskesmas yaiyu:
Cakupan Pelayanan:
- Kelompok I : Tingkat Pencapaian Hasil ≥ 91 % (baik)
- Kelompok II : Tingkat Pencapaian Hasil = 81 – 90 % (cukup)
- Kelompok III : Tingkat Pencapaian Hasil < 80 % (kurang)
Manajemen Puskesmas
- Kelompok I : Nilai Rata – Rata ≥ 8,5 (baik)
- Kelompok II : Nilai Rata – Rata = 5,5 – 8,4 (cukup)
- Kelompok III : Nilai Rata – Rata < 5,5 (kurang).
7. HASIl PENCAPAIAN
Pencapaian Hasil Kinerja UPTD Puskesmas Sewo dapat digambarkan sebagai berikut :
- Cakupan Pelayanan dengan tingkat pencapaian hasil 85% dalam kategori kelompok II yaitu Cukup.
- Manajemen Umum Puskesmas dengan nilai rata-rata ≥ 9,68 dalam kategori kelompok I yaitu Baik.
- Manajemen Mutu Puskesmas dengan nilai rata-rata ≥ 9,77 dalam kategori kelompok I yaitu Baik.

| REKAPITULASI PERHITUNGAN CAKUPAN KOMPONEN KEGIATAN | ||
| KINERJA PUSKESMAS | ||
| | | |
| Puskesmas : SEWO | | |
| Kabupaten/Kota : SOPPENG | | |
| Tahun : 2022 | | |
| | | |
| NO | KOMPONEN KEGIATAN | HASIL CAKUPAN ( % ) |
| I | PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN | 100 |
| II | PELAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN KESEHATAN KERJA DAN OLAH RAGA | 93 |
| III | PELAYANAN KESEHATAN KELUARGA | 88 |
| IV | PELAYANAN GIZI | 83 |
| V | PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR | 92 |
| VI | PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PTM DAN KESWA | 71 |
| VII | PELAYANAN SURVEILANS DAN IMUNISASI | 114 |
| VIII | UPAYA PENGOBATAN | 83 |
| IX | UPAYA KESTRAD | 57 |
| LAMPIRAN CAKUPAN KEGIATAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS | |||||||||||
| NO | JENIS KEGIATAN | SATUAN | JUMLAH SASARAN | TARGET SASARAN (T) | PENCAPAIAN (H) | CAKUPAN | |||||
| VARIABEL (V) | SUB VARIABEL (SV) | ||||||||||
| III | UPAYA KESEHATAN KELUARGA | 88 | |||||||||
| A | Kesehatan Ibu | X | X | X | X | 99 | X | ||||
| 1 Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil sesuai standar (K4) (88%) | Ibu Hamil | 163 | 106 | 106 | x | 100 | |||||
| 2 Cakupan Ibu Bersalin yang mendapatkan Pertolongan Persalinan oleh tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan sesuai standar ( 88 %) | Ibu Bersalin | 156 | 156 | 152 | x | 97 | |||||
| 3 Cakupan Desa Melaksanakan Kelas Ibu hamil (50%) | Jumlah Desa | 100 | 100 | 100 | x | 100 | |||||
| B | Kesehatan Bayi | X | X | X | X | 101 | X | ||||
| 1 Cakupan Bayi Baru lahir usia 0-28 hari yang mendapatkan pelayanan sesuai standar (KN Lengkap) (90%) | Neonatus | 148 | 148 | 150 | x | 101 | |||||
| 2 Cakupan Kunjungan bayi sesuai standar (95% ) | Bayi | 133 | 148 | 150 | x | 101 | |||||
| C | Kesehatan Balita | X | X | X | X | 100 | X | ||||
| 1 Cakupan Pelayanan Anak Balita ( 77 % ) | Balita | 591 | 565 | 565 | x | 100 | |||||
| 2 Cakupan Pelayanan Kesehatan anak Balita Sakit yang dilayani MTBS (100%) | Jumlah Balita Sakit berobat ke Pukesmas | 369 | 369 | 369 | x | 100 | |||||
| D | Kesehatan Anak Usia sekolah dan Remaja | X | X | X | X | 96 | X | ||||
| 1 Cakupan Peserta Didik kelas 1 yang mendapat penjaringan Kesehatan (100%) | Jumlah Peserta didik | 150 | 150 | 139 | x | 93 | |||||
| 2 Jumlah Sekolah Dasar (SD/MI/SDLB) yang dilakukan penjaringan kesehatan bagi peserta didik kelas 1 (100%) | Sekolah | 14 | 14 | 14 | x | 100 | |||||
| E | Pelayanan Keluarga Berencana | X | X | X | X | 55 | X | ||||
| 1 Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (73%) | PUS ber KB | 2409 | 2409 | 2077 | x | 86 | |||||
| 2 Cakupan KB Pasca Persalinan (Ibu menggunakan kontrasepsi langsung sesudah melahirkan s/d 42 hari sesudah melahirkan (40 %) | Bulin | 156 | 152 | 35 | x | 23 | |||||
| F | Pelayanan Kesehatan Lansia | X | X | X | X | 79 | X | ||||
| 1 Jumlah Lansia umur ≥ 60 tahun yang mendapat pelayanan (56 %) | Lansia ≥ 60 | 2404 | 1346 | 772 | x | 57 | |||||
| 2. Jumlah Posyandu Lansia (50 %) | Jumlah Posyandu Lansia | 17 | 17 | 17 | x | 100 | |||||
| No | INDIKATOR | DEFINISI OPERASIONAL | CARA PERHITUNGAN | ||||||||
| Kegiatan Program | |||||||||||
| 1 | K4 | Cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit 4x dengan distribusi waktu 1x pada trimester 1, 1x pada trimester ke 2, 2x pada trimester ke 3 di suatu wil, kerja pada kurun waktu tertentu | Cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit 4x dengan distribusi waktu 1x pada trimester 1, 1x pada trimester ke 2, 2x pada trimester ke 3 di suatu wil, kerja pada kurun waktu tertentu DIBAGI Jumlah sasaran ibu hamil di suatu wilayah kerja pada waktu tertentu | ||||||||
| 2 | PN | Cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di suatu wil. Kerja dalam kurun waktu tertentu | Cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di suatu wil. Kerja dalam kurun waktu tertentu DIBAGI Jumlah sasaran ibu bersalin di suatu wilayah kerja pada waktu tertentu | ||||||||
| 3 | PN DI FASYANKES | Cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di fasilitas pelayanan kesehatan di suatu wil. Kerja dalam kurun waktu tertentu | Cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di fasilitas pelayanan kesehatan di suatu wil. Kerja dalam kurun waktu tertentu DIBAGI Jumlah sasaran ibu bersalin di suatu wilayah kerja pada waktu tertentu | ||||||||
| 4 | KN Lengkap | Cakupan neonatus mendapatkan pelayanan sesuai standar paling sedikit 3 kali dengan distribusiwaktu: 1 x pd usia 6-48 jam, 1x pada usia 3 – 7 hari, dan 1 x pada usia 8 – 28 hari setelah lahir di suatu wil. Kerja pada kurun waktu tertentu. | (jumlah neonatus yangmendapat 3 kali layanan KN sesuai standar di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu DIBAGI jumlah seluruh sasaran lahir hidup di suatu wilayah kerja dalam 1 tahun) | ||||||||
| 5 | Jumlah Balita yang berobat ke Puskesmas | Balita sakit yang mencari pengobatan ke Puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun | Balita sakit yang mencari pengobatan ke Puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun DIBAGI jumlah sasaran balita di wilayah kerja Puskesmas dalam waktu 1 tahun | ||||||||
| 6 | Jumlah Balita yang dilayani MTBS | Jumlah balita sakit yang datang berobat ke Puskesmas dilayani dengan pendekatan MTBS dalam kurun waktu 1 tahun | Jumlah balita sakit yang datang berobat ke Puskesmas dilayani dengan pendekatan MTBS dalam kurun waktu 1 tahun DIBAGI jumlah balita sakit yang datang berobat ke Puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun | ||||||||
| 7 | Puskesmas melaksanakan kelas ibu | Cakupan puskesmas yang minimal 50% desa / kelurahan di wil. Kerjanya melaksanakan kelas ibu dalam kurun waktu 1 tahun | Cakupan puskesmas yang minimal 50% desa / kelurahan di wil. Kerjanya melaksanakan kelas ibu dalam kurun waktu 1 tahun DIBAGI Jumlah Puskesmas di suatu wil. Kerja dalam waktu tertentu | ||||||||
| 8 | Penjarkes peserta didik kelas 1 (yang mencakup target 100% sekolah sasaran) | Jumlah SD yang dijaring | Cakupan sekolah (SD/MI/SDLB ) yang dilakukan penjaringan kesehatan bagi Peserta Didik kelas 1 dalam wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun ajaran. | Cakupan sekolah (SD/MI/SDLB ) yang dilakukan penjaringan kesehatan bagi Peserta Didik kelas 1 dalam wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun ajaran DIBAGI Jumlah Sekolah (SD/MI/SDLB) di suatu wil. Kerja dalam waktu tertentu | |||||||
| 9 | Jumlah Peserta Didik Kelas 1 yang dijaring | Cakupan peserta didik kelas 1 SD/MI/SDLB yang mendapatkan penjaringan kesehatan di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun ajaran. | Cakupan peserta didik kelas 1 SD/MI/SDLB yang mendapatkan penjaringan kesehatan di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun ajaran DIBAGI Jumlah peserta didik kelas 1 SD/MI/SDLB di wilayah kerja puskesmas | ||||||||
| 10 | Jumlah Kelompok Lansia / Posyandu Lansia yang Aktif | Jumlah Posyandu Lansia / Posbindu Lansia yang frekuensi pertemuannya minimal 4 kali dalam 1 tahun | Jumlah absolut Posyandu Lansia aktif DIBAGI total Posyandu Lansia | ||||||||
| 11 | Lansia umur > 60 tahun yang dibina / yang mendapat pelayanan | Lansia (umur > 60 tahun) yang dibina / yang mendapat pelayanan kesehatan / diskreening kesehatannya di wilayah kerja Puskesmas minimal 1 kali dalam kurun waktu 1 tahun | Jumlah Lansia yang dibina / yang mendapat pelayanan kesehatan/diskrining (umur > 60 tahun) DIBAGI Jumlah sasaran Lansia (umur > 60 tahun) di wilayah kerja dalam kurun 1 tahun | ||||||||
| KB | |||||||||||
| 12 | Pelayanan Keluarga Berencana | PUS 4 T ber KB | PUS dimana istrinya memiliki salah satu kriteria “4T” yaitu : 1) berusia kurang dari 20 tahun; 2) berusia lebih 35 tahun; 3) telah memiliki anak hidup lebih dari 3 orang; atau 4) jarak kelahiran antara satu anak dengan lainnya kurang dari 2 tahun. | Persentase PUS dengan “4T” yang menjadi peserta KB terhadap seluruh PUS dengan “4T” di wilayah kerja tertentu. = Jumlah PUS “4T” ber-KB / Jumlah PUS dengan “4T” x 100% | |||||||
| 16 | Komplikasi | Peserta KB baru atau lama yang mengalami gangguan kesehatan mengarah pada keadaan patologis, sebagai akibat dari proses tindakan/pemberian/pemasangan alat kontrasepsi yang digunakan seperti: perdarahan, infeksi/abses, fluor albus bersifat patologis, perforasi, translokasi, hematoma, tekanan darah meningkat, perubahan HB, expulsi (Depkes, 2005:16) | Persentase peserta KB yang mengalami komplikasi terhadap seluruh peserta KB aktif di wilayah kerja tertentu. = Jumlah Kasus Komplikasi/ Jumlah peserta KB aktif x 100% | ||||||||
| 13 | Kegagalan | Kasus terjadinya kehamilan pada peserta KB aktif yang pada saat tersebut menggunakan metode kontrasepsi (Depkes, 2005:15) | Persentase peserta KB yang mengalami kegagalan kontrasepsi terhadap seluruh peserta aktif di wilayah kerja tertentu. = Jumlah Kasus Kegagalan KB / Jumlah peserta KB aktif x 100% | ||||||||
| 14 | Efek Samping | Peserta KB yang mengalami efek yang tidak diinginkan akibat pesertaan alat kontrasepsi tetapi tidak menimbulkan akibat yang serius (PMK 97) | = Jumlah peserta KB yang mengalami efek samping / Jumlah peserta KB aktif x 100% | ||||||||
| 15 | Drop Out | Peserta yang tidak melanjutkan pesertaan kontrasepsi (drop-out) dalam satu tahun kalender dibandingkan jumlah peserta aktif di wilayah kerja tertentu. Kasus DO tidak termasuk mereka yang ganti cara. | = Jumlah kasus drop-out / Jumlah peserta KB aktif x 100% | ||||||||
| 16 | Peserta KB Aktif | Kondom | Peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai kondom terus-menerus hingga saat ini untuk menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan. | Persentase peserta kondom aktif terhadap total Peserta KB Aktif, di suatu wilayah kerja tertentu. = Jumlah peserta Kondom Aktif / Jumlah Peserta KB Aktif x 100% | |||||||
| 17 | Pil | Peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai kontrasepsi pil terus-menerus hingga saat ini untuk menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan. | Persentase peserta KB pil aktif terhadap total Peserta KB AKtif, di suatu wilayah kerja tertentu. = Jumlah peserta KB Pil Aktif / Jumlah Peserta KB Aktif x 100% | ||||||||
| 18 | Suntik | Peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai kontrasepsi suntik terus-menerus hingga saat ini untuk menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan. | Persentase peserta KB suntik aktif terhadap total Peserta KB Aktif, di suatu wilayah kerja tertentu. = Jumlah peserta KB Suntik Aktif / Jumlah Peserta KB Aktif x 100% | ||||||||
| 23 | AKDR | Peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai AKDR hingga saat ini untuk menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan. | Persentase peserta AKDR aktif terhadap total Peserta KB Aktif, di suatu wilayah kerja tertentu. = Jumlah peserta AKDR Aktif / Jumlah Peserta KB Aktif x 100% | ||||||||
| 19 | Implan | Peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai implan hingga saat ini untuk menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan. | Persentase peserta implan aktif terhadap total Peserta KB Aktif, di suatu wilayah kerja tertentu. = Jumlah peserta Kondom Aktif / Jumlah Peserta KB Aktif x 100% | ||||||||
| 20 | MOW | Peserta KB baru dan lama yang menjalani MOW untuk mengakhiri kesuburan. | Persentase perempuan di-MOW terhadap total Peserta KB Aktif, di suatu wilayah kerja tertentu. = Jumlah Perempuan di-MOW / Jumlah Peserta KB Aktif x 100% | ||||||||
| 21 | MOP | Peserta KB baru dan lama yang menjalani MOP untuk mengakhiri kesuburan. | Persentase laki-laki di-MOP terhadap total Peserta KB Aktif, di suatu wilayah kerja tertentu. = Jumlah Laki-laki di-MOP / Jumlah Peserta KB Aktif x 100% | ||||||||
| 22 | Jml Peserta KB Aktif | Peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai alokon terus-menerus hingga saat ini untuk menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan. | Persentase peserta KB aktif terhadap total PUS, di suatu wilayah kerja tertentu. = Jumlah Peserta KB Aktif / Jumlah PUS x 100% | ||||||||
| 23 | Jumlah Peserta KB Paska Persalinan | Kondom | ibu yang suami nya menggunakan kontrasepsi kondom langsung setelah istrinya melahirkan (sampai dengan 42 hari sesudah melahirkan) | = Jumlah ibu paska persalinan menggunakan KB Pil / Jumlah Peserta KBPP x 100% | |||||||
| 24 | Pil | Ibu yang mulai menggunakan KB pil langsung (setelah 3 hari) pasca melahirkan (sampai dengan 42 hari sesudah melahirkan). | = Jumlah ibu paska persalinan menggunakan KB Pil / Jumlah Peserta KBPP x 100% | ||||||||
| 25 | Suntik | Ibu yang mulai menggunakan KB suntik langsung sesudah melahirkan (sampai dengan 42 hari sesudah melahirkan). | = Jumlah ibu paska persalinan menggunakan KB Suntik / Jumlah Peserta KBPP x 100% | ||||||||
| 26 | AKDR | Ibu yang mulai menggunakan AKDR langsung sesudah melahirkan (sampai dengan 42 hari sesudah melahirkan). | = Jumlah ibu paska persalinan menggunakan AKDR / Jumlah Peserta KBPP x 100% | ||||||||
| 27 | Implan | Ibu yang mulai menggunakan implan langsung sesudah melahirkan (sampai dengan 42 hari sesudah melahirkan). | = Jumlah ibu paska persalinan menggunakan implan / Jumlah Peserta KBPP x 100% | ||||||||
| 28 | MOW | Ibu yang menjalani MOW langsung sesudah melahirkan (sampai dengan 42 hari sesudah melahirkan). | = Jumlah ibu paska persalinan menjalani MOW / Jumlah Peserta KBPP x 100% | ||||||||
| 29 | MOP | Ibu yang suami menjalani MOP langsung sesudah istrinya melahirkan (sampai dengan 42 hari sesudah melahirkan). | = Jumlah ibu paska persalinan yang suaminya menjalani MOP / Jumlah Peserta KBPP x 100% | ||||||||
| 30 | Jml Kb Paska Persalinan | Ibu yang mulai menggunakan alat kontrasepsi langsung sesudah melahirkan (sampai dengan 42 hari sesudah melahirkan). | = Jumlah ibu paska persalinan ber KB / Jumlah sasaran ibu bersalin x 100% | ||||||||
| LAMPIRAN CAKUPAN KEGIATAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS | ||||||||
| NO | JENIS KEGIATAN | SATUAN | JUMLAH SASARAN | TARGET SASARAN (T) | PENCAPAIAN (H) | CAKUPAN | ||
| VARIABEL | SUB VARIABEL | |||||||
| (V) | (SV) | |||||||
| IV | UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT | X | X | X | X | 83 | X | |
| A | Pelayanan Kesehatan Ibu | X | X | X | X | 56 | X | |
| 1 Presentase ibu hamil anemia (39 % —–2022) | bumil | 163 | 173 | 10 | X | 6 | ||
| 2 Presentase Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) (13%—–.2022) | bumil | 163 | 173 | 22 | X | 13 | ||
| 3 Cakupan ibu hamil yang mendapat TTD minimal 90 tablet selama masa kehamilan (82% —– 2022) | bumil | 163 | 173 | 106 | X | 61 | ||
| 4 Cakupan Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang mendapat Makanan Tambahan (80% —– 2022) | bumil | 163 | 22 | 22 | X | 100 | ||
| 5 Cakupan Ibu Nifas mendapat Kapsul Vitamin A (76% —-2022) | Bufas | 156 | 152 | 152 | X | 100 | ||
| B | Pelayanan Kesehatan Bayi dan Balita | X | X | X | X | 59 | X | |
| 1 Presentase Bayi dengan berat badan lahir rendah (berat badan < 2500 gram) (3.8% —-2022) | Bayi | 133 | 150 | 11 | X | 7 | ||
| 2 Cakupan Bayi baru lahir mendapat IMD (62% —-2022) | Bayi | 133 | 150 | 129 | X | 86 | ||
| 3 Cakupan Bayi Usia kurang dari 6 bln mendapat ASI Ekslusif (50% —-2022) | Bayi | 133 | 95 | 72 | X | 76 | ||
| 4 Cakupan Bayi Usia 6 bln mendapat ASI Ekslusif (45% —-2021) | Bayi | 133 | 134 | 94 | X | 70 | ||
| 5 Cakupan Balita 6-59 bulan mendapat Kapsul Vitamin A (88% — 2022) | Balita | 598 | 773 | 766 | X | 99 | ||
| 6 Cakupan Balita Gizi Kurang mendapat Makanan Tambahan (85% — 2022) | Balita | 591 | 19 | 19 | X | 100 | ||
| 7 Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat Perawatan (86% — 2022) | Balita | 591 | 0 | 0 | X | 0 | ||
| 8 Jumlah Balita mendapatkan suplementasi gizi makro(190.000 — 2022) | Balita | 591 | 15 | 15 | X | 100 | ||
| 9 Cakupan Balita yang ditimbang berat badannya D/S (75% — 2022) | Balita | 591 | 738 | 653 | X | 88 | ||
| 10 Cakupan Balita memiliki Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Kartu Menuju Sehat (KMS) (75% — 2022) | Balita | 591 | 738 | 738 | X | 100 | ||
| 11 Cakupan Balita ditimbang yang naik Berat Badannya (N/D) (84% — 2022) | Balita | 591 | 576 | 334 | X | 58 | ||
| 12 Presentase Berat Badan Kurang (BB Kurang dan sangat kurang pada Balita ( 14%—–2022) | Balita | 591 | 726 | 113 | X | 16 | ||
| 13 Presentase Stunting (pendek) dan sangat pendek pada balita (18,4%—-2022) | Balita | 591 | 726 | 129 | X | 18 | ||
| 14 Prevalensi Wasting Gizi Kurang dan Gizi Buruk pada balita (7,5%—–2022) | Balita | 591 | 726 | 77 | X | 11 | ||
| C | Pelayanan Kesehatan Remaja | X | X | X | X | 100 | X | |
| 1 Cakupan Remaja Putri mendapat tablet Tambah darah (52% — 2021) | Balita | 308 | 308 | 308 | X | 100 | ||
| D | Pelayanan Kesehatan Keluarga | X | X | X | X | 100 | X | |
| 1 Cakupan Rumah tangga mengkonsumsi garam beryodium (86%—-2022) | Balita | 60 | 60 | 60 | X | 100 | ||
| E | Pelayanan Kesehatan Keluarga | X | X | X | X | 100 | X | |
| 1 | Presentase Kab/Kota melaksanakan Suveilans Gizi (80%—2022) | Balita | 1 | 1 | 1 | X | 100 | |
| 2 | Presentase Puskesmas mampu Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita (30%—-2022) | Balita | 1 | 1 | 1 | X | 100 | |

| LAMPIRAN CAKUPAN KEGIATAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS | |||||||||
| NO | JENIS KEGIATAN | SATUAN | JUMLAH SASARAN | TARGET SASARAN (T) | PENCAPAIAN (H) | CAKUPAN | |||
| VARIABEL (V) | SUB VARIABEL (SV) | ||||||||
| V | PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR | 92 | |||||||
| A | Penemuan Penderita Pneumonia Balita | X | X | X | X | 3,79% x Jumlah Penduduk | 100,00 | ||
| 1 Persentase Kab/Kota yg 50% Puskesmasnya melaksanakan Tatalaksana Pneumonia sesuai standar (MTBS/Program ISPA) | % | 0 | 0 | 0 | 100,00 | ||||
| 2 Cakupan Penemuan Pneumonia Balita | Balita | 0 | 0 | 0 | 100,00 | ||||
| B | Pelayanan Kesehatan orang dengan TBC | X | X | X | X | Pelayanan Terduga TB Sesuai Standar (100%) | 71,88 | ||
| 1 Jumlah Penemuan Terduga Tuberkulosis | Orang | 243 | 243 | 38 | 16 | ||||
| 2 Cakupan Penemuan dan Pengobatan Penderita Tuberkulosis | % | 7 | 7 | 7 | 100 | ||||
| 3 Angka Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis | % | 7 | 4 | 4 | 100 | ||||
| C | Cakupan Pelayanan P2M Lainnya : | ||||||||
| 1 | KUSTA | X | X | X | X | < 1 / 10.000 Penduduk | 75,00 | ||
| Jumlah Desa/Kelurahan yang dilakukan Intensif Case Finding (ICF) | Desa | 3 | 0 | 0 | 0 | ||||
| Jumlah Penderita Kusta yang ditemukan dan diobati | Orang | 1 | 1 | 1 | 100 | ||||
| Jumlah Penderita Kusta yang dinyatakan RFT | Orang | 1 | 1 | 1 | 100 | ||||
| Jumlah Siswa anak sekolah yang di periksa kusta dan frambusia | Orang | 1405 | 1405 | 1405 | 100 | ||||
| 2 | DBD | X | X | X | X | IR = 31/100.000 | 100 | ||
| a.Jumlah Penderita DBD yang dilayani sesuai Standar | Orang | 5 | 5 | 5 | 100 | ||||
| b.Jumlah Desa/Kelurahan yang melaksanakan Gerakan 1 Rumah 1 Jumatik | Desa | 3 | 3 | 3 | 100 | ||||
| c.Jumlah rumah Bebas Jentik / Angka Bebas Jentik | % | 100 | 95 | 95,98 | 101 | ||||
| d.Jumlah Kematian akibat DBD | % | 0 | 0 | 0 | 100 | ||||
| 3 | Balita dengan diare yang ditangani (100%) | X | X | X | X | IR Balita = 843/1000 Penduduk | 62,50 | ||
| a.Persentase kab/kota yang 80% puskesmasnya melaksanakan tatalaksana diare sesuai standar | 0 | 0 | 0 | 0 | |||||
| b.Persentase Kab/kota yang melaksanakan advokasi dan sosialisasi PISP | % | 0 | 0 | 0 | 0 | ||||
| c.Persentase Kab/kota yang mempunyai Layanan ( LROA ) Aktif | % | 32 | 32 | 32 | 100 | ||||
| d.Cakupan Pelayanan Diare pada balita | % | 32 | 32 | 32 | 100 | ||||
| e.Cakupan Pemberian Oralit pada balita | % | 32 | 32 | 30 | 94 | ||||
| f.Cakupan Pemberian Zinc pada balita | % | 32 | 32 | 26 | 81 | ||||
| 4 | Kasus PMS dan HIV/AIDS yang diobati / ditangani (100%) | X | X | X | X | KASUS PMS & HIV DIOBATI (100%) | 100 | ||
| a.Jumlah ibu Hamil yang dilakukan Screening Sifilis | Orang | 160 | 160 | 160 | 100 | ||||
| b.Jumlah ibu Hamil yang dilakukan Screening HIV | Orang | 154 | 154 | 154 | 100 | ||||
| c.Kasus HIV yang ditemukan dan diobati | Orang | 0 | 0 | 0 | 100 | ||||
| d.Setiap orang berisiko terinfeksi HIV ( ibu hamil, pasien TB, pasien IMS, waria / transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan ) mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar | Orang | 158 | 158 | 158 | 100 | ||||
| 5 | Kecacingan & Filariasis | X | X | X | X | X | 100 | ||
| a.Jumlah Penderita Kecacingan ditemukan dan diobati | Orang | 0 | 0 | 0 | Kasus Kecacingan di temukan dan di obati ( 100% ) | 100 | |||
| b. Cakupan POPM Kecacingan | % | 2539 | 2539 | 2539 | > 75% Sasaran usia 1 – 24 bulan TK / PAUD, SD / MI minum obat | 100 | |||
| c.Cakupan POPM Filariasis (Pada Puskesmas Endemis) | % | 0 | 0 | 0 | Minimal 60% usia 2 – 70 thn minum obat | 100 | |||
| d.Cakupan Tata Laksana Kasus Kronis | Orang | 0 | 0 | 0 | Penderita kasus kronis filariasis mendapatkan tata laksana penyakit ( 100% ) | 100 | |||
| 6 | Hepatitis | X | X | X | X | X | 100 | ||
| a | Jumlah ibu Hamil yang discreening Hepatitis B | Orang | 168 | 168 | 168 | 100 | |||
| b | Jumlah Ibu Hamil reaksi Hepatitis B | Orang | 3 | 3 | 3 | 100 | |||
| c | Jumlah Bayi mendapatkan HbIg | % | 148 | 0 | 0 | 100 | |||
| d | Persentase Bayi mendapatkan HBIg kurang dari 24 Jam | % | 148 | 0 | 0 | 100 | |||
| e | Jumlah Bayi usia 9 -12 bulan tes HBsAg dan Hasil Non Reaktif | % | 148 | 0 | 0 | 100 | |||
| f | Jumlah Pasien yang di screening Hepatitis C | Orang | 173 | 0 | 0 | 100 | |||
| g | Jumlah Pasien yang reaktif Hepatitis C | Orang | 173 | 0 | 0 | 100 | |||
| h | Jumlah pasien yang mendapatkan pengobatan Hepatitis C | Orang | 173 | 0 | 0 | 100 | |||
| i | Jumlah Pasien yang sembuh setelah pengobatan Hepatitis C | Orang | 173 | 0 | 0 | 100 | |||
| 7 | Typhoid | X | X | X | X | < 2 /1000 penduduk | 100 | ||
| a | Cakupan pelayanan penderita Tifoid | % | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| b | Persentase Kematian Akibat Penyakit Tifoid | % | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| b | Jumlah SD dengan penjamah (penjaja) makanan yang dilakukan pemeriksaan (terakhir di laksanakan di thn 2017 melalui kegiatan di BTKLPP) | SD | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| 8 | Malaria | X | X | X | X | Annual Parasite Incedence (API) = 0,10 per 1000 penduduk | 100 | ||
| a | Jumlah Kasus Malaria Lokal yg ditemukan dan ditangani sesuai standar | % | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| b | Jumlah Kasus Malaria Import yg ditemukan dan ditangani sesuai standar | % | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| c | Jumlah Desa / Kelurahan yang dilakukan Pemetaan Daerah Reseptif | % | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| d | Persentase Konfirmasi Laboratorium ( Mikroskop dan RDT ) Suspek Malaria | % | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| e | Persentase Kasus Positif Malaria yang dilakukan Penyelidikan Epidemiologi | % | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| 9 | Zoonosis | X | X | X | X | Terjadi Kasus Penyakit Zoonosis Pada Manusia dan Hewan | 100 | ||
| a | Jumlah Kematian Akibat Penyakit Rabies Pada Manusia dan Hewan | Orang | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| b | Jumlah Kabupaten / kota yang memiliki > 20% Puskesmas Rujukan Rabies Center | PKM | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| c | Jumlah Kasus Antraks yang ditemukan dan ditangani sesuai standar | Orang | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| d | Jumlah Kasus Flu Burung yang ditemukan dan ditangani sesuai standar | Orang | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| e | Jumlah Kasus Leptospirosis yang ditemukan dan ditangani sesuai standar | Orang | 0 | 0 | 0 | 100 | |||
| 10 | Vektor | X | X | X | X | 100 | |||
| a | Jumlah Rumah Bebas Jentik Aedes ( ABJ ) | % | 2759 | 95 | 95 | 100 | |||
| b | Jumlah Habitat Positif Larva Anopheles ( Indeks Habitat ) | % | 1 | 1 | 1 | 100 | |||
| LAMPIRAN : CAKUPAN KEGIATAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS | ||||||||||
| NO | JENIS KEGIATAN | SATUAN | JUMLAH SASARAN | TARGET SASARAN (T) | PENCAPAIAN (H) | CAKUPAN | ||||
| VARIABEL (V) | SUB VARIABEL (SV) | |||||||||
| VI | PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PTM DAN KESWA | 71 | ||||||||
| A | Penduduk usia ≥ 15 tahun yang melakukan deteksi dini faktor risiko PTM (≥ 80% populasi usia ≥ 15 tahun) | % | 2031 | 80% | 2031 | 100 | 100 | |||
| B | Skrining perokok dan deteksi dini kanker serviks | X | X | X | X | 75,5825 | X | |||
| 1. | Desa/Kelurahan yang mengimplementasikan KTR | % | 3 | 30% | 52 | X | 100 | |||
| 2. | Skrining perokok usia remaja | % | 2141 | diturunkan menjadi 8,7 % | 100 | X | 100 | |||
| 3. | Presentase penduduk usia 15 – 59 tahun yang dilakukan skrining sesuai standar SPM | % | 7805 | 100% | 2031 | X | 100 | |||
| 4. | Presentase jumlah perempuan usia 30 – 50 tahun yang di deteksi dini kanker serviks dan payudara | % | 1634 | 80% | 38 | X | 2,33 | |||
| C | Penderita Hipertensi mendapatkan pengobatan sesuai standar | X | X | X | X | 26,74 | X | |||
| Presentase penderita hipertensi yang mendapatkan pengobatan sesuai standar | % | 4349 | 100% | 1163 | 26,74 | |||||
| D | Penderita DM mendapatkan pengobatan sesuai standar | X | X | X | X | 100,92 | X | |||
| Presentase penderita diabetes mellitus yang mendapatkan pengobatan sesuai standar | % | 235 | 100% | 237 | 100,92 | |||||
| E | Upaya kesehatan Mata/pencegahan kebutaan | X | X | X | X | 22,11 | X | |||
| 1. | Pesersentase deteksi dini gangguan indera dan fungsional (penglihatan, pendengarandan fungsional/disabilitas) pada semua populasi | % | 710 | 40% | 157 | 22,11 | ||||
| F | Kesehatan Jiwa. | X | X | X | X | 100 | X | |||
| 1 | Presentasi penderita gangguan jiwa berat yang mendapatkan pelayanan sesuai standar | % | 2.3 per 1000 x jml penduduk | 100% | 16 | X | 100 | |||
| 2 | persentase kasus pasung yang dilepas | % | jml kasus pasung | 100% | 0 | X | 100 | |||
| 3 | Jumlah Penyalahgunaan Napza yang mendapat pelayanan rehabilitas medis | % | Jumlah klien yg datang ke Pusk | 100% | 0 | X | 100 | |||
| 4 | Presentase penderita Depresi pada penduduk ≥15 tahun yang mendapat pelayanan | % | jml penduduk ≥15 tahun | 50% | 0 | X | 100 | |||
| 5 | Presentase penderita Gangguan Mental Emosional pada penduduk ≥15 tahun yang mendapat pelayanan | % | jml penduduk ≥15 tahun | 50% | 2 | X | 100 | |||
| LAMPIRAN CAKUPAN KEGIATAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS | ||||||||
| JUMLAH | TARGET | CAKUPAN | ||||||
| NO | JENIS KEGIATAN | SATUAN | SASARAN | SASARAN | PENCAPAIAN | VARIABEL | SUB VARIABEL | |
| (T) | (H) | (V) | (SV) | |||||
| VII | PELAYANAN SURVEILANS DAN IMUNISASI | X | X | X | X | 114 | X | |
| A | Pelayanan Imunisasi | X | X | X | X | 129 | X | |
| 1 | Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) | Desa | 3 | 3 | 3 | X | 100 | |
| 2 | Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap | Bayi | 133 | 106 | 137 | X | 129 | |
| 3 | Imunisasi DT pada anak kelas 1 SD | Anak | 241 | 168 | 229 | X | 136 | |
| 4 | Imunisasi Td pada anak SD kelas 2 | Anak | 224 | 156 | 222 | X | 142 | |
| 5 | Imunisasi MR pada Anak Sekolah | Anak | 241 | 168 | 229 | X | 136 | |
| B | SKD & RESPON KLB | X | X | X | X | 100 | X | |
| 1 | Jumlah laporan mingguan dilaporkan tepat waktu | Laporan | 52 | 52 | 52 | X | 100 | |
| 2 | Jumlah laporan mingguan dilaporkan Lengkap | Laporan | 52 | 52 | 52 | X | 100 | |
| 3 | Jumlah Desa dengan KLB yang dilakukan PE ≤ 24 jam | Desa | 3 | 0 | 0 | X | 100 | |
| 4 | persentase respon thd peringatan dini/alert (%) | % | 100 | 0 | 0 | X | 100 | |
| LAMPIRAN : CAKUPAN KEGIATAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS | ||||||||
| NO | JENIS KEGIATAN | SATUAN | JUMLAH SASARAN | TARGET SASARAN (T) | PENCAPAIAN (H) | CAKUPAN | ||
| VARIABEL (V) | SUB VARIABEL (SV) | |||||||
| VIII | UPAYA PENGOBATAN | 83 | ||||||
| A. | Kunjungan rawat jalan | X | X | X | X | 83,0951655 | X | |
| a. Rawat jalan umum (15% —— 2010) (kunj.baru) | Orang | 13127 | 1969 | 1007 | X | 51,14271204 | ||
| b. Rawat jalan gigi. ( 4% ) (kunj.baru +lama) | Orang | 13127 | 525 | 604 | X | 115,047619 | ||
| B. | Pemeriksaan Laboratorium *) | X | X | X | X | 83 | X | |
| a. Pemeriksaan Hemoglobin pada ibu hamil (∑ Bumil …..) | Spesimen | 110 | 110 | 110 | X | 100 | ||
| b. Pemeriksaan sputum TB ( Target = 21 / 1000 x jlh pddk ) | Spesimen | 24 | 24 | 24 | X | 100 | ||
| c. Pemeriksaan darah trombosit tersangka DBD | Spesimen | 0 | 0 | 0 | X | 100 | ||
| d. Pemeriksaan darah malaria | Spesimen | 18 | 18 | 18 | X | 100 | ||
| e. Pemeriksaan test kehamilan | Spesimen | 0 | 0 | 0 | X | 0 | ||
| f. Pemeriksaan Urine Protein pada ibu Hamil | Spesimen | 174 | 174 | 174 | X | 100 | ||
| LAMPIRAN : CAKUPAN KEGIATAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS | |||||||||
| NO | JENIS KEGIATAN | SATUAN | JUMLAH SASARAN | TARGET SASARAN (T) | PENCAPAIAN (H) | CAKUPAN | |||
| VARIABEL (V) | SUB VARIABEL (SV) | ||||||||
| IX. UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN | |||||||||
| PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL | X | X | X | X | 57 | X | |||
| I | PROGRAM KESEHATAN GIGI DAN MULUT | X | X | X | X | 50 | X | ||
| 1 | Penjaringan kesehatan gigi dan mulut di sekolah | SEKOLAH | 18 | 18 | 18 | X | 100 | ||
| 2 | % murid kelas 1 SD/MI yang dilakukan penjaringan | MURID KLS 1 | 109 | 109 | 109 | X | 100 | ||
| 3 | % SD/MI yang melaksanakan UKGS tahap III | SD/MI | 0 | 0 | 0 | X | 0 | ||
| 4 | Pelayanan kesehatan gigi dan mulut / penjaringan di UKGM | UKGM | 17 | 17 | 17 | X | 100 | ||
| 5 | Index DMF-T seluruh kelompok usia | INDEX DMF-T | 0 | 0 | 0 | X | 0 | ||
| 6 | Prevalensi Karies semua kelompok usia | % PREVALENSI KARIES | 0 | 0 | 0 | X | 0 | ||
| II | PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL | X | X | X | X | 50 | X | ||
| 1 | Pendataan dan Pembinaan Penyehat Tradisional (Hattra) | volume kegiatan | kosongkan | 0 | 0 | X | 0 | ||
| 2 | Jumlah Kelompok Asuhan Mandiri Pemanfaatan TOGA dan Akupressur | KELOMPOK ASMAN | (kosongkan) | 2 | 2 | X | 100 | ||
| 3 | Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tanaman Obat di puskesmas | Jumlah | (kosongkan) | 1 | 1 | X | 100 | ||
| 4 | Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional (Akupunktur/Akupressur/Herbal/konseling asman/pijat baduta) di puskesmas | ORANG | 13127 | 0 | 0 | X | 0 | ||
| III. | PROGRAM PERKESMAS | X | X | X | X | 70 | X | ||
| 1. | Jumlah Individu yang mendapatkan Asuhan Keperawatan Di Puskesmas | individu | 74 | 74 | 74 | X | 100 | ||
| 2. | Jumlah Individu yang mendapatkan Asuhan Keperawatan membutuhkan tindak lanjut Perawatan | Individu | 41 | 41 | 41 | X | 100 | ||
| 3. | Jumlah Keluarga Binaan yang mendapatkan Asuhan Keperawatan | Keluarga | 81 | 81 | 81 | X | 100 | ||
| 4. | Jumlah Keluarga binaan dengan hasil Asuhan KM-1 | Keluarga | 0 | 0 | 0 | X | 0 | ||
| 5 | Jumlah Keluarga binaan dengan hasil Asuhan KM-IV | Keluarga | 7 | 7 | 7 | X | 100 | ||
| 6 | Jumlah Kelompok Binaan yang mendapatkan Asuhan Keperawatan | Kelompok | 20 | 20 | 20 | X | 100 | ||
| 7 | Jumlah Kelompok Binaan dengan hasil Asuhan Keperawatan KM-I | Kelompok | 1 | 1 | 1 | X | 100 | ||
| 8 | Jumlah Kelompok Binaan dengan hasil Asuhan Keperawatan KM-IV | Kelompok | 0 | 0 | 0 | X | 0 | ||
| 9 | Jumlah Desa/Kelurahan Binaan yang mendapatkan Asuhan Keperawatan | Desa/Kelurahan | 3 | 3 | 3 | X | 100 | ||
| 10 | Jumlah Desa/Kelurahan Binaan yang total coverage dalam melaksanakan Kegiatan PIS/PK | Desa/Kelurahan | 0 | 0 | 0 | X | 0 | ||
